Rabu, 09 September 2009

SEKOLAH DISK JOCKEY (DJ) Ketika Pendidikan dan Hobi Menjadi Satu Popularitas dan penghasilan yang menjanjikan, membuat profesi Disk Jockey (DJ

Popularitas dan penghasilan yang menjanjikan, membuat profesi Disk Jockey (DJ) kini banyak diminati. Tidak heran kalau kini sekolah-sekolah bagi para calon DJ banyak dijumpai.

Perkembangan dunia hiburan di tanah air, ternyata juga diikuti dengan terbukanya banyak lahan industri atau lahan pekerjaan yang baru. Salah satunya adalah profesi Disk Jockey (DJ). Profesi yang berkutat dengan kehidupan malam dan dunia hiburan ini, ternyata tidak bisa dianggap remeh. Selain penghasilannya yang besar, profesi sebagai “Komandan” dance floor ini ternyata membutuhkan pendidikan khusus.

Tidak usah heran jikalau kini banyak bertebaran sekolah-sekolah DJ. Biasanya, sekolah-sekolah ini berangkat dari cita-cita sang pemilik yang sekaligus seorang DJ, untuk memperkenalkan dan mempopulerkan jenis profesi yang satu ini. Bahkan, tidak jarang banyak muda-mudi Indonesia yang pergi ke luar negeri, hanya untuk menjalani pendidikan di sekolah DJ kenamaan. Padahal, kualitas sekolah DJ di dalam negeri pun tidak kalah bagusnya.

Perkenalan Jenis Musik dan Alat Musik
Profesi sebagai seorang DJ merupakan profesi yang unik dan menuntut orang yang menggelutinya untuk aplikatif. Meramu berbagai jenis nada, berbagai jenis bunyi alat musik, dan memadukan berbagai jenis aliran musik, menjadikan profesi ini sebagai sebuah tantangan untuk seseorang berkreasi dan berimajinasi. Belum lagi tuntutan akan kemampuan berinteraksi dengan clubber atau para pengunjung tempat hiburan. Bahkan, seorang DJ harus mampu menghidupkan suasana tempat hiburan, atau menciptakan atmosfer yang membuat para clubber betah berlama-lama.

Karena sarat dengan aplikasi dan kreasi, tidak udah heran kalau progam pendidikan di sekolah DJ lebih mengedepankan praktik. Dan, hal ini bukanlah sesuatu yang sulit. “Menjadi DJ bukanlah suatu hal yang sulit. Syarat yang paling penting adalah harus memiliki kesukaan dan kecintaan akan musik. Kalau tidak memiliki kedua hal itu, seseorang tidak akan pernah bisa menjadi seorang DJ yang handal,” ujar DJ Dudit, seorang instruktur pada RUMUS DJ School, yang terletak di kawasan elite Pondok Indah, Jakarta Selatan. Pengenalan akan sejarah musik DJ dan jenis-jenis musik yang ada, biasanya menjadi menu pertama yang diterima para siswa sekolah DJ. Setelah itu para siswa kemudian diberikan pengenalan perlengkapan peralatan yang akan dipakai seorang DJ.

“Ibarat seorang pilot pesawat tempur yang harus memahami seluruh fungsi tombol yang ada di pesawatnya yang canggih, pun demikian seorang calon DJ diharuskan mengenal dan mengerti akan fungsi alat-alat kelengkapan nge-DJ yang akan dipakainya nanti,” jelas DJ Purple, pemilik sekolah DJ Trinity yang terletak di bilangan Kelapa Gading. Pada tahap awal, para siswa sekolah DJ memang hanya diperkenalkan dengan peralatan yang standar saja. Namun, seiring perkembangan teknologi peralatan bagi seorang DJ yang terus berkembang dan semakin canggih, sangat mungkin bagi seorang DJ senior sekalipun untuk kembali belajar dan memahami alat-alat dengan teknologi yang baru tersebut, tambah DJ Purple.

Kalau pengenalan jenis musik dan alat musik menjadi pintu masuk bagi seorang calon DJ, maka kegiatan praktik hasil materi-materi yang diberikan oleh para instruktur, menjadi porsi utama dari sebuah sekolah DJ. Para siswanya biasanya akan lebih banyak menghabiskan waktu untuk melakukan praktek, bahkan komposisinya bisa hingga 20% - 80% untuk praktik. “Biasanya para instruktur akan memberikan contoh terlebih dahulu, baru kemudian diikuti oleh para siswa. Dengan metode 1 siswa 1 instruktur, pengawasan dan pengajaran yang diterima seorang siswa akan maksimal hasilnya. Setiap ada kesalahan, akan langsung dikoreksi. Jalinan komunikasi antara instruktur dan siswa pun akan jadi lebih akrab dan saling mengenal, sehingga memudahkan proses pengajaran yang sedang berlangsung,” jelas DJ Friboy, instruktur pada Digital Six DJ School, yang terletak di bilangan Tebet, Jakarta Selatan.

Tidak Selalu Mahal dan Harus Punya Alat Sendiri
Mengingat banyak dan mahalnya peralatan yang dibutuhkan seorang DJ, juga popularitas dan income yang menjanjikan dari profesi ini, apakah biaya untuk mengikuti suatu sekolah/kursus DJ itu mahal? Jawabannya adalah tidak selalu harus mahal. Bahkan, siswa tidak diwajibkan untuk memiliki alat-alat sendiri. “Mahal atau tidak, saya kira adalah suatu hal yang relatif. Namun, hampir semua sekolah DJ itu biayanya rata-rata sama, tidak terlalu jauh berbeda dan tidak terlalu mahal. Biasanya, fasilitas dan peralatan yang disediakan bagi para siswa adalah faktor yang membedakan biaya pendidikan di sekolah DJ yang satu dengan sekolah DJ yang lainnya,” ujar DJ Riri Mestica, salah satu DJ senior di Indonesia, sekaligus pemiliki Spinach DJ School & Spinach Recods.

Sejauh ini, semua sekolah DJ yang ada di Jakarta memang tidak mewajibkan para siswanya untuk memiliki peralatan sendiri. “Alat seperti turn table, headphones, vinyl (piringan hitam), dan beberapa peralatan lainnya, biasanya sudah dipersiapkan oleh pihak sekolah. Namun, terkadang ada siswa yang merasa lebih nyaman dengan menggunakan peralatannya sendiri. Buat kami, selama hal itu tidak merepotkan si siswa dan mampu membelinya, silahkan saja,” ujar DJ Purple. Memang, biasanya sekolah-sekolah DJ ini juga menyediakan berbagai macam peralatan untuk nge-dj hingga aksesoris-aksesoris untuk dikenakan sang DJ sendiri.

So, siapa bilang sekolah DJ itu mahal? Anda berminat untuk mengikuti sekolah yang satu ini? (afi – berbagai sumber. foto: afi & istimewa)



Tahukah Anda...
1. Masing-masing sekolah DJ memiliki program dan materi yang berbeda-beda. Namun, umumnya sekolah DJ terbagi dalam 2 tingkatan, yakni Pemula/Beginner dan Advance.
2. Sekolah-sekolah DJ di Indonesia tergabung dalam wadah Persatuan Sekolah DJ Indonesia (PSDJI)
3. Rumus DJ School memperoleh penghargaan The Best DJ School 2008, dari Reflect Electronic Dance Music Award.
4. DJ Sony dari Trinity DJ School adalah DJ peringkat ke-5 seluruh dunia, versi World DMC untuk team Category.
5. Beberapa sekolah DJ juga merangkap sebagai event organizer acara-acara di tempat hiburan malam dan mall. Kesempatan ini juga dipakai bagi para sekolah DJ untuk mengorbitkan para siswa-siswa hasil didikan mereka. Tidak jarang sekolah DJ juga merangkap sebagai Management yang membawahi sejumlah DJ.
6. Beberapa teknik yang diajarkan di sekolah DJ, meliputi Beat Match, Speed Hunting, Phasing Mix, Mixing, Technic Volume, Creative Mixscratch, Transform, Flashing, Juggling, DMC Batle, DECKS, EFX, dan beberapa teknik lainnya yang terbagi untuk kategori Pemula dan Advance.

Sumber : Pasarinfo.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar