Selasa, 08 September 2009

Cantik dan Sehat Dengan Sauna

Mendengar kata sauna, kita pasti akan segera ingat dengan ruangan yang ditutupi oleh kayu, uap panas, dan relaksasi tubuh. Ya, hal itu tidak ada salahnya. Hampir semua pusat-pusat kebugaran saat ini memiliki fasilitas sauna. Bahkan, kita dapat dengan mudah menemui tempat-tempat yang menyediakan palayanan sauna. Biasanya pelayanan ini satu atap dengan tempat jasa pelayanan spa. Itulah mengapa orang selalu mengidentikan spa dengan sauna, dan menganggapnya sebagai bagian tidak terpisahkan. Padahal, spa dan sauna adalah 2 jenis perawatan dan relaksasi yang berbeda, meski banyak orang yang menggabungkan kedua jenis terapi ini. Namun, jika Anda hanya ingin melakukan sauna saja, sebenarnya tidak apa-apa.

Sauna adalah kata yang berasal dari Finlandia, yang kurang lebih artinya adalah rumah atau ruangan kecil yang terbuat dari kayu, yang dirancang sebagai tempat untuk memperoleh panas kering atau basah bagi tubuh, yang berfungsi sebagai relaksasi tubuh. Pada dasarnya, sauna dapat dibagi ke dalam 2 jenis. Yakni, Sauna Tradisional (menggunakan uap panas murni) dan Sauna Inframerah (yang menggunakan materi pemanasan seperti keramik, arang, tenaga panas matahari, serat karbon aktif, dan bahan lainnya). Dari segi teknologinya, sauna juga dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Yakni, Smoke Sauna, Heat Storage Sauna, Continuous Fire Sauna, dan Infrared Sauna. Dalam prakteknya, pemakaian ruang sauna bisa dilakukan secara perorangan, maupun bersama-sama. Biasanya, ini tergantung dari layanan yang dipilih atau permintaan si pemakai ruang sauna tersebut. Apakah ia ingin bersama-sama dengan orang lain, atau ingin privasi memakai sendiri.

Sumber Kecantikan dan Kesehatan
Keringat yang keluar saat berada di sauna bukannya tanpa manfaat. Pori-pori yang membesar dan keluarnya keringat itulah yang akan mempercantik kulit. Karena, ketika tubuh Anda mengeluarkan keringat, toksin dalam tubuh ikut keluar sehingga kulit terlihat lebih cerah. Sementara itu panas suhu ruang sauna yang biasanya sekitar 60°C hingga 105°C, akan menyebabkan pembuluh darah melebar dan tekanan darah meningkat. Kulit pun akan menjadi sehat dan terlihat cerah. Selain itu, sauna juga membantu mengurangi jerawat. Uap panasnya akan melembutkan jerawat sekaligus mempercepat proses penyembuhan.

Menurut Eka Widjaja, Konsultan Kesehatan dan Kecantikan Mediaset Spa, ada beberapa manfaat sauna bagi kesehatan tubuh. “Ada beberapa, diantaranya sauna akan meningkatkan detak jantung antara 50 hingga 75 persen dalam waktu 20 menit. Begitu pula metabolisme tubuh. Dengan bersauna, metabolisme tubuh akan meningkat hingga 20 persen. Hal ini menyebabkan tubuh membakar kalori lebih banyak hingga tiga jam sesudahnya. Bahkan Jika Anda berdiam diri di sauna selama beberapa saat, bisa membuat tubuh membakar kalori hingga 300 kalori, ujar Eka. Selain itu sauna juga membuat otot-otot tubuh rileks, dengan demikian otot akan mampu melepas toksin penyebab rasa pegal setelah beraktivitas sehari penuh. Aliran darah yang semakin cepat, membantu proses perbaikan jaringan otot sehingga Anda bisa kembali berolahraga sesudahnya.

Proses pemanasan suhu tubuh dengan melakukan sauna ini juga bermanfaat untuk membunuh bakteri serta virus dalam tubuh, dan meningkatkan kemampuan tubuh untuk mengeluarkan racun. Karena itu sauna bisa meningkatkan sistem imunitas tubuh. Tidak hanya kesehatan fisik, sauna juga menyehatkan secara mental. Biasanya seusai sauna, Anda akan merasakan rileks dan santai. Stres serta rasa kekhawatiran berlebih bisa diringankan dengan sauna. Pikiran pun menjadi lebih tenang.

Maksimalkan Hasilnya.
Seperti dalam segala hal, sauna juga memiliki aturan main. Menurut dokter Serra Choirunnisa, M.Kes, Sp.PA, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan guna mendapat hasil yang maksimal melakukan sauna. “Sebelum masuk ke ruang sauna, mandilah terlebih dahulu. Ini karena ragi pada tubuh akan tumbuh cepat pada kondisi kulit hangat, berminyak, dan berkeringat. Jika Anda langsung melakukan sauna saat berkeringat, ada kemungkinan terjadinya kondisi yang disebut tinea versicolor. Munculnya bercak bersisik putih atau cokelat pada kulit dan gatal,” ujar Serra. Ditambahkan olehnya, hal ini sama seperti ketika Anda habis berolahraga. Proses pembersihan normal akan mencegah pertumbuhan ragi berlebih.

Nikmatilah hangatnya suhu di ruang sauna, yang idealnya dilakukan sekitar 8 hingga 12 menit. Namun jika Anda mengalami kesulitan pernapasan, segeralah keluar dari ruang sauna. Usai bersauna, basuh tubuh dengan air dingin untuk menurunkan suhu tubuh Setelah itu, Jangan lupa ulaskan pelembap pada kulit seusai mandi, untuk mencegah kulit dehidrasi. Kulit yang masih lembap lebih mudah menyerap krim pelembap. “Satu hal yang harus diingat, minum banyak air putih sebelum dan sesudah melakukan sauna untuk menggantikan cairan tubuh yang keluar bersama keringat. Dan, sebaiknya sauna dilakukan tidak lebih dari seminggu sekali,” jelas Serra. (afi)

Beberapa Hal Yang Harus Diperhatikan:
• Jangan melakukan sauna jika Anda memiliki penyakit jantung atau menderita penyakit yang berhubungan dengan ganguan saluran pernapasan.

• Hindari sauna Jika Anda menderita eksim atau memiliki kulit sensitif, karena panasnya suhu ruang sauna akan membuat kulit teriritasi.

• Bagi Anda yang sedang hamil, memiliki tekanan darah tinggi, atau menderita penyakit kronis, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter ahli terlebih dahulu, sebelum Anda melakukan sauna.

• Hindari mengkonsumsi makanan sebelum masuk ruang sauna. Hal ini dikarenakan proses pencernaan makanan tidak akan berjalan sempurna, ketika Anda melakukan sauna. Selama Anda melakukan sauna, suhu panas ruangan akan menyebabkan tubuh Anda melakukan pembakaran kalori yang cukup tinggi. Kalau terjadi pembakaran kalori yang bersamaan dengan proses pencernaan makan, maka makanan yang dicerna tidak akan sempurna. Sebaliknya, akan terjadi pengendapan sisa-sisa nutrisi makanan dan lemak, yang akan menyebabkan meningginya kolesterol dalam tubuh Anda.

• Hindari meminum minuman beralkohol sebelum Anda bersauna. Hal ini dikarenakan alkohol akan memperlambat aliran darah dan mengecilkan pembuluh darah Anda. Sementara, selama Anda bersauna aliran darah akan semakin cepat. Hal ini sebagai efek dari melonggarnya pori-pori kulit dan pembuluh darah karena uap panas yang ditimbulkan dari bersauna.

• Hindari mengkonsumsi obat-obatan sebelum memulai sauna. Hal ini dikarenakan sauna bisa mempengaruhi sistem metabolisme tubuh. Peningkatan metabolisme tubuh dengan uap panas dapat menyebabkan proses pencernaan obat yang Anda minum menjadi tidak maksimal, bahkan bisa menyebabkan Anda keracunan obat yang baru saja dikonsumsi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar