Buaya bernama Pocho sepanjang 5,18 m (17 kaki) setiap hari harus digauli, digelutinya. Pria usia 52 tahun ini mesti bergulat dengan buaya seberat 444 kilogram hanya untuk memberi cinta. "Pocho adalah teman baikku. Ini merupakan permainan rutin yang berbahaya, tetapi semua ini demi meningkatkan hubungan kami. Dia akan memandang mataku dan tak akan menyerangku. Tentu ini bakal berbahaya bagi orang lain. Ini hanya untuk kami berdua," jelas Chito. Chito mulai berteman dengan Pocho setelah buaya ini ditemukan terluka akibat tembakan seorang petani di Sungai Parismina di negara bagian Amerika Tengah 20 tahun lalu. Dia tertembak di sebelah kiri matanya dan nyaris mati. Namun Chito berhasil menyelamatkannya dan memasukkannya ke perahunya. "Saat kutemukan, Pocho sedang sekarat, aku membawanya langsung ke rumah. Saat itu kira-kira 68 kilogram beratnya. Saya beri dia ayam dan ikan serta obat selama enam bulan sampai sembuh. Saya juga selalu berada di samping Pocho, tidur dekatnya di malam hari. Saya hanya ingin agar dia merasa bahwa seseorang mencintainya dan tidak menganggap semua manusia jahat." Pocho tidak begitu saja dekat dengan Chito. Butuh waktu bertahun-tahun untuk mencapai kedekatan ini dan pelan-pelan. Saat nyaris sembuh, Pocho sempat ditinggalkan di sebuah sungai di dekat rumah Chito. Tapi, Pocho muncul dari air dan mengikuti Chito. "Saya mencintai semua binatang, terutama yang menderita sakit." jelas Chito. Saat ini Pocho dan Chito yang bernama asli Gilberto Shedden dan digelari "Tarzan Tico" menjadi tontonan menarik para wisatawan yang ingin melihat atraksi sungai. Keduanya telah menjadi sahabat dan menghibur banyak orang di Costa Rica. Sumber : pasarinfo.com | ||
Selasa, 15 September 2009
Kisah Persahabatan Buaya dan Manusia
Foto Google Earth Ungkap Keberadaan Monster Loch Ness
Namun, akhirnya seorang pembaca harian Sun, Jason Cooke, secara tak sengaja memberikan buktinya. Bukti tersebut adalah foto dari Google Earth. Jason Cooke yang bertugas sebagai petugas keamanan di Nottingham itu sedang melihat-lihat foto situs Google Earth ketika ia mencatat keberadaan Nessie, begitu julukan monster danau tersebut. “Saya tidak bisa memercayainya. Ini seperti deskripsi Nessie,” katanya. “Ini benar-benar membangkitkan minat. Ini perlu penelitian lebih lanjut,” tutur Adrian Shine, peneliti di Loch Ness Project, seperti dikutip Sun. Ingin melihatnya sendiri? Silakan masukkan koordinat Latitude 57°12'52.13"N, Longitude 4°34'14.16"W di Google Earth Sumber : pasarinfo.com | ||
Senin, 14 September 2009
Cahaya Indah itu Ternyata Air Seni

BEBERAPA hari lalu, para pengamat langit terpesona oleh jejak cahaya indah di angkasa yang tampak seperti fenomena langit misterius. Mereka bertanya-tanya, apakah yang mereka lihat, sebelum akhirnya mengetahui cahaya indah itu berasal dari air seni para astronot.
Cahaya berkilau yang terlihat Rabu malam itu muncul saat astronot dalam pesawat ulang alik Discovery membuang tangki air kotor ke angkasa.
Pembuangan air itu dilakukan pilot misi penerbangan STS-128 Kevin Ford, yang membuang air seni dan air buangan lain dari atas pesawat ulang alik sebelum mendarat ke Bumi. Air yang dibuang sekitar 68 kilogram. Pantulan cahaya matahari membuat air buangan itu terlihat berkilau dari Bumi.
Discovery sebelumnya berkunjung ke stasiun antariksa internasional (ISS). Namun dalam kunjungan 10 hari itu, pesawat tidak diperkenankan membuang sampahnya agar tidak mengkontaminasi modul Kibo.
Modul Kibo adalah laboratorium riset buatan Jepang yang dipasang di ISS guna melakukan berbagai percobaan dalam lingkungan antariksa. Air buangan dari pesawat dikhawatirkan membuat eksperimen terkontaminasi.
Air buangan biasanya membeku dan membentuk awan butiran es. Saat terkena sinar matahari, butiran itu berubah menjadi uap air dan tersebar ke angkasa. Nah, air buangan itulah yang terlihat sebagai cahaya indah dari Bumi.
Sumber : Sripoku.com
